Minggu, 13 Agustus 2017

Cikini Fashion Festival (CiFFEST) 2017, Inspirasi Bangkitnya Dunia Fashion Indonesia

Seperti kita ketahui bahwa dari tahun ke tahun bahwa dunia fashion mengalami perkembangan yang pesat. Trend dan pertumbuhannya, fashion banyak melahirkan para desainer muda yang kreatif dan berpotensi  untuk mendukung perkembangan industri fashion di Indonesia.

Terbukanya para calon desainer muda untuk memperkenalkan karya rancangan busananya dalam rancah di industri fashion baik nasional dan internasional dibutuhkan dukungan yang penuh baik dari pelaku ekonomi industri fashion, permodalan, komunitas dan pemerintah.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang  tugasnya sebagai pelaksana untuk mendukung ekonomi kreatif salah satunya subsektors industri fashion   mengadakan kerja sama dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Fakultas Seni Rupa program studi mode, menyelengarakan event yang bernama Bekraf Creative Labs (BCL) : Cikini Fashion Festival (CiFFEST) 2017.

Saat ini fashion di Indonesia dijadikan salah satu prioritas di sektor ekonomi kreatif yang menyumbang nilai tambah sebesar Rp. 154.6 trilyun dan berkontrubusi terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Ekonomi kreatif sebesar 18,5% terhadap PDB Nasional.


Flyer dari event CiFFEST

Lewat undangan dari BloggerCrony, saya salah satu dan kawan-kawan D'Cronys berkesempatan untuk menghadiri rangkaian acara press conference event CiFFEST ini bertempat di IKJ. Event CiFFEST ini  yang akan berlangsung dari tanggal 5-6 Agustus 2017 bertempat di Teater Jakarta, dengan mengusung tema  "Kolaborasi" dimana fashion show akan ditampilkan sebagai suatu seni pertunjukan dikolaborasikan dengan seni tari, tata panggung dan videografi.






Untuk diketahui bahwa pada tahun 2015-2016 Bekraf telah mengadakan kerjasamanya di 7 (tujuh) Universitas perguruan tinggi dengan membentuk Pusat Pelatihan dan Pengembangan (Puslitbang) Ekonomi Kreatif dan salah satunya dengan pihak IKJ dibidang fashion dan subsektor film dalam pengembangan industri fashion di Indonesia.

Dalam ekosistem fashion ini penting sekali untuk memperkuat yang namanya  unik kreatif  dimana fashion ini bagaimana untuk memadukan antara kreatifitas, tata nilai/kultur, trend atau gaya hidup. Karena di dalam ekonomi kreatif, fashion bukan sekedar hoby saja melainkan bisa menciptakan nilai tambah salah satu untuk sasaran  strategis ekonomi kreatif.

Sasaran dan tujuan dari event  CiFFEST ini, yang merupakan event pertama dan akan berkelanjutan untuk tahun-tahun berikutnya diharapkan bertemunya para pelaku kreatif fashion, akedemisi, industri, dan komunitas dan dalam rangka untuk membentuk rumusan strategi efektif dan menghasilkan prospek fashion. Dan meningkatkan  jejaring kerjasama, produktivitas dan kompetensi ekonomi kreatif fashion Indonesia,  tutur Dina Midiani selaku Ketua Pelaksana BCL : CiFFEST 2017.

Melalui ajang CiFFEST ini diharapkan juga agar pendidikan fashion berdiri sendiri bukan dari bagian program studi lain, juga sebagai langkah lanjutan dalam memperoleh kesetaraan dalam pendidikan fashion" Nomenkaltur Pendidikan Tinggi Fashion" yaitu Fashion design/fashion businnes  dengan jenjang pendidikan Sarjana (S-1), magister (S-2), dan doctoral (S-3) yang saat ini belum ada di Indonesia.



Press Conference CiFFEST

Dalam rangkaian CiFFEST ini menyajikan berbagai macam kegiatan yang meliputi seminar, master class,  pameran dan fashion show. Hal ini pun IKJ turut serta mendorong pemerintah khususnya Bekraf untuk bisa merealisasikan pengembangan industri fashion ini melalui institusi pendidikan.

Pada CiFFEST dalam pentas seni  fashion shownya bertemakan Grey Zone (zona abu-abu) yaitu acuan trend 2017/2018 yang diciptakan dan dirintis oleh Badan Ekonomi Kreatif dan berkerjasama dengan kelompok Trend Forecasting Indonesia yang terdiri dari berbagai asosiasi dibidang industri Indonesia kreatif dan institusi pendidikan. Ada 4 (empat) sub tema dalam pentas fashion ini yang di terjemahkan lewat karya perancang mode yaitu

1.  Archean, atau bentukan dari bumi dengan mengambil inspirasi bumi Indonesia yang terbentuk jutaan lalu. Bentuk dan warna bahan mineral ditampilkan dalam desain busana yang mengembung bervolume, detail garis-garis dan pola yang sederhana bentuk patah-patahan pada tepian bahan. Tema ini dipresentasikan oleh karya rancangan desainer Label Acak acak oleh Susan Budiaharjo dengan penari dan koreografer Rosmala Sari Dewiserta, Video Mapping Creator, Arif Yaniadi

Tema Archean oleh karya rancangan Label Acak acak oleh Susan Budiharjo


2.  Vigilant, menampilkan garis-garis rancangan kontemporer yang bersih, kuat dengan tradisi sehingga menghasilkan tampilan mewah.  Tema ini dipresentasikan karya rancangan Sav Levin

Tema Vigilant oleh karya rancangan Sav Levin

3.  Digitarian yang dipresentasikan karya rancangan Levy dan Sofie ini,  memberikan gambaran kesan retro yang sangat kental pada generasi internet ke kinian dan merombak pakem busana yang ada, seperti warna tidak harus senada, yang menghantarkan kita pada pilihan warna yang riuh, warna-warna cerah, kesan tampil segar dan fun dan tidak mengacu pada aturan umum dan tetap keliatan mewah dari garis .

Tema Digitarian oleh karya rancangan Sofie


4.  Cyptic, yang dipresentasikan karya desainer Aji Suropati,  Ray Anjas Maulana dan Deden Siswanto yang terinspirasi dari bioengineering yang hybrid yang menghasilkan karya rancangan kesan misterius, agak seram, tetapi indah dan mengagumkan

Tema Cyptic




Dan ajang Bekraf Creative Labs (BCL):Cikini Fashion Festival (CiFFEST) 2017 menjadikan momentum untuk bangkitnya fashion Indonesia dan untuk mencapai cita-cita Indonesia menjadi pusat mode dunia  dan mempersiapkan para akedemisi dan para mahasiswa beralih menjadi pelaku kreatif yang akan tampil di event-event di industri fashion.








6 komentar:

  1. Bagus-bagus bajunya. Ini baru namanya kolaborasi yang maju bersama anak muda Indonesia. Enggak kalah bagusnya dengan produk luar negeri.

    BalasHapus
  2. Betul bangett, potensi para calon2 muda desainer juga harus didukung penuh Dari berbagai pihak

    BalasHapus
  3. kreatif banget ya design bajunya. kece!

    BalasHapus
  4. Iya semua baju rancangan di CiFFEST ini bertemakan Grey Zone(tema abu-abu)

    BalasHapus
  5. Ada buku mirip dragon ball ya. Tapi ku lihat baju nya keren semua

    BalasHapus
  6. Ada baju mirip dragon ball ya tapi ku lihat bajunya model keren semua

    BalasHapus