Minggu, 24 September 2017

Ibu Melek Nutrisi Demi Mewujudkan Generasi Emas 2045

Sebagai orang tua pastinya menginginkan mempunyai anak yang sehat dan cerdas berkualitas,  selain memberikan pola asuh yang baik,  pemberian asupan nutrisi dan gizi  yang tepat itu penting sekali karena dapat  menjadikan anak kita tumbuh kembangnya secara baik dan optimal. Maka dari itu kita sebagai orang tua, terutama sebagai ibu harus cerdas dalam memilih dan menentukan makanan bagi sang anak, juga untuk seluruh keluarga.

Beruntung sekali, selasa tanggal 19 September 2017, saya mendapatkan kesempatan untuk ikut serta acara forum diskusi  lewat undangan Blogger Cihuy dalam acara Blogger Meeting dengan tema " Mari Menjadi Ibu Melek Nutrisi Demi Wujudkan Generasi Emas 2045 " yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAICI) dan Komunitas Kopi Kebaya dan Buku (KKB), bertempat di Balai Sarwono, Jakarta Selatan.

Flyer acara Blogger Meeting 

Hadir dalam acara forum diskusi ini sebagai narasumber yaitu
  • DR.IR. Dwi Hastuti, MSC, selaku Kepala Divisi Perkembangan Anak, Departemen IKK, FEMA, IPB dan Pengelola Labschool Pendidikan Karakter IPB, 
  • Prof. DR.IR. Dodik Briawan, selaku Peneliti di Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Pangan dan Pertanian Asia Tenggara dan Nutritionist
  • Natalya Kusumawati, selaku peneliti dalam penganalisa label dari Yayasan  Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
  • Kristin Samah, sebagai moderator dari Komunitas Kopi Kebaya dan Buku
Diskusi pagi ini dibuka oleh DR.IR. Dwi Hastuti, MSC, yang biasa disapa dengan ibu Tuti ini, mengatakan bahwa pentingnya seorang ibu dalam pengasuhan anak dalam memahami bagaimana karakteristik anak yang kita miliki dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas yaitu memberikan nutrisi yang seimbang, bergizi dengan kebutuhan anak melalui makanan dan minuman yang diberikan sehari-hari.

Kir-kan: DR. IR. Dwi Hastuti (IPB) dan Kristin Samah (Komunitas Kopi Kebaya dan Buku)

Kandungan gizi dan pemberian makanan dapat memberikan pengaruh yang besar dalam pembentukan karakter anak, oleh sebab itu pembiasan-pembiasaan yang baik dan tentang pola makan dan adab dalam makan perlu dilakukan sejak usia dini. Makan bukan hanya sekedar memasukan makanan kedalam mulut saja dan tubuh sebagai kenyang saja, tapi makan ada tujuan yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan akan zat gizi , tetapi juga akan dapat membentuk karakter anak sejak dini dari tahap pembelajaran kepada anak melalui aktifitas makan.

Pada saat ini muncul kesalahan dan kurang pemahamanan pada sebagian masyarakat   bahwa ibu-ibu dalam pemberian makan kepada anaknya yang masih kecil dengan cara digendong dan langsung disuapi, dan ibu sudah terlebih dahulu menyiapkan makanan yang diberikan untuk anaknya tersebut tanpa adanya memberikan kesempatan kepada anaknya untuk memilih makanan.

Perlu kita pahami bahwa proses makan adalah proses awal dalam pembelajaran yang sangat penting yang perlu kita latih kepada anak untuk dapat berkesempatan memilih makanan dan mengetahui zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dia pilih tersebut.

Pada saat proses anak makan ada banyak  sekali pelajaran yang berharga  dan untuk mengajarkan berbagai macam hal kepada anak, seperti : tentang menghargai makanan dengan tidak menyisakan makanannya, tidak membuang makanan, membentuk anak lebih bertanggung jawab dari apa yang dipilih dari makanannya, dan anak akan menghargai orang lain yang telah menyediakan makan untuknya.

Sesi materi diskusi selanjutnya disampaikan oleh Prof. DR. IR. Dodik Briawan, menjelaskan tentang mengukur takaran gizi pada keluarga, terutama gizi pada bayi dan anak yang harus diberikan gizi yang seimbang dan pas untuk dapat tumbuh secara optimal secara fisik, cerdas dan sehat. Masalah gizi adalah seperti ilmu keseimbangan antara asupan dan kebutuhan manusia dimulai dari masa janin (berada dalam rahim) hingga masa usia lanjut.

Prof. DR. IR Dodik Briawan, Nutritionist

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam masa 1000 hari pertama kehidupan, merupakan masa pembentukan dan perkembangan kehidupan manusia, yang mana dimulai sejak kehamilan (janin berada dalam rahim)  sampai anak usia 2 tahun.  Dalam hal ini pun periode penentu untuk menciptakan anak yang sehat fisik dan cerdas dengan mengkonsumi berbagai asupan gizi yang seimbang pada periode ini. Apabila gizi tidak diberikan secara optimal dan seimbang, maka akan berdampak persisten (jangka panjang) hingga dewasa. Beberapa dampak tersebut adalah
  • Gagal tumbuh (stunting)  terhambatnya pertumbuhan fisik, sehingga anak tumbuh pendek dan kecil
  • Penurunan fungsi kognitif, gangguan kecerdasan
  • Meningkatkan resiko penyakit tak menular pada saat dewasa nanti, antara lain diabetes,  penyakit jantung, kanker dan diabetes
Kebutuhan gizi pada bayi usia 0-6 bulan adalah air susu ibu (ASI), yang merupakan pangan yang terbaik untuk bayi, dan setelah bayi usia 6-9 bulan diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI), berikan makanan lumat seperti bubur tepung, sari buah ataupun biskuit lumat ataupun nasi tim saring (diberikan pada usia 8 bulan) dengan pemberian 1-3 kali sehari.

Angka Kecukupan Gizi pada Bayi 

Dan pada pemberian MP-ASI  harus diberikan secara bertahap dari usia 6-24 bulan yang disesuaikan dari bentuk, frekuensi, jenis dan jumlahnya dengan komposisi pangan yang beragam (makanan pokok, lauk hewani dan nabati, sayur, buah). Dan untuk mengetahui apakah kebutuhan gizi dapat terpenuhi atau tidak dapat dilakukan pemantauan pertumbuhan bayi dan anak dengan kartu menuju sehat (KMS) dan penimbangan berat badan setiap bulannya.

Gizi dan Sumber Pangan 

Akhirnya materi penutup dari diskusi blogger meeting ini, yaitu materi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang disampaikan oleh Natalya Kusumawati  menjelaskan melalui kegiatan YLKI yaitu penelitian, pengaduan dan pendidikan untuk memberdayakan konsumen agar mampu melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya.

Kita sebagai konsumen diharapkan untuk cerdas untuk memilih ataupun mengkonsumsi dari suatu produk yaitu ketahui, pahami hak dan kewajiban kita sebagai konsumen, berikut apa saja hak-hak kita sebagai konsumen :
  • Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam berkonsumsi 
  • Hak untuk memilih barang jasa
  • Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur
  • Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya
  • Hak untuk mendapat advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa
  • Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen
  • Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
  • Hak untuk mendapatkan kompensasi ganti rugi
Berikut apa saja tanggung jawab kita sebagai konsumen, yaitu
  • Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang jasa demi keamanan dan keselamatan
  • Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang atau jasa
  • Membayar sesuai dengan nilai tukar yang telah disepakati
  • Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut



Dengan menjadikan konsumen yang cerdas, diharapkan kita sebagai orang tua dapat memilih produk yang aman dan tepat untuk dikonsumsi oleh anak-anak kita, dan dengan ibu melek nutrisi yang memperhatikan kualitas gizi pada 1000 hari pertama kehidupan kita dapat mewujudkan Generasi Emas 2045 yang memiliki kualitas kesehatan, intelektual dan produktif untuk kemajuan bangsa dan negara.










12 komentar:

  1. Nutrisi sangat penting ya intuk masadepan anak kita, infonya kece banget ka

    BalasHapus
  2. yes, jadi ibu emang wajib banget tahu soal nutrisi demi keluarga dan generasi emas mendatang ya mba.. makasih infonya yaa..

    BalasHapus
  3. Ini temanya menarik banget, menjadi ibu itu rasanya haus akan ilmu parenting dan kesehatan seperti ini. Karena ibu berperan sangat penting dalam memberikan nutrisi sang anak, saya percaya bahwa anak yang tumbuh sehat dan optimal juga berkat dukungan orangtuanya khususnya ibu.

    BalasHapus
  4. Para ibu wajib ngerti nih ttg materi yang beginian. Untuk anak kita di masa depan

    BalasHapus
  5. Tetep harus cerdas y tidak bisa asal membeli produk, yg bagus belum tentu baik

    BalasHapus
  6. Kadang mahal belum tentu baik atau aman juga yah...

    Tulisannya bagus dan bermanfaat bunda...

    BalasHapus
  7. Bicara tentang nutrisi ini kadang masih rancu antara mitos dan fakta. Apalagi kalau ngobrolnya lintas generasi.

    BalasHapus
  8. Berfaedah sekali Bun acaranya tengkyuuu ya
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  9. Setidaknya membiasakan membaca kandungan nilai gizi pada krmadan produk saat berbelanja, begitukah Bu?

    BalasHapus
  10. Selain jadi emak-emak militan, emak-emak nows juga harus melek nutrisi ya bund. thanks sharenya lohh..

    BalasHapus
  11. Betul mbak, emak2 kudu cerdas milih apa yg dikonsumsi anaknya. Saya jg kalau beli sesuatu buat anak terutama makanan/ minuman saya baca bener2 tulisan2 di kemasannya TFS

    BalasHapus