Rabu, 13 Desember 2017

Mengenal Lebih Dekat Kanker Serviks Dan Bahayanya


Sobat, apabila sudah bicara masalah tentang seputar kesehatan bagi kaum perempuan pasti gak bakal habisnya yaa, terutama  sekali masalah organ intim pada perempuan yang perlu banget kita jaga agar selalu sehat dan tidak mendapatkan penyakit yang tidak diinginkan.

Salah satunya penyakit yang berhubungan dengan organ intim yaitu kanker serviks, diantara penyakit yang menakutkan buat saya dan seluruh perempuan yang ada diseluruh dunia, dan tidak heran jika kemudian kanker serviks dijuluki penyebab kematian pada kaum perempuan nomor wahid.

Teringat pun pada almarhumah bibi saya usia 57 tahun, ibu dari 10 orang anak dan merupakan salah satu yang menderita penyakit kanker serviks, dia  berjuang melawan penyakitnya selama kurang lebih dari enam bulan, gejala dari awal penyakit ini pun hampir dia tidak di rasakan, dan tidak disangka-sangka hasil pemeriksaan dari dokter sudah pada kanker serviks stadium empat akhir, pengobatan-pengobatan pun sudah dilakukan, tapi Allah pun lebih sayang kepadanya, dan menghembuskan nafasnya terakhirnya meninggal dengan tenang.

Melihat dari keganasan dari bahaya kanker serviks tersebut, sebagai kaum perempuan pun patut mengetahui lebih dalam apa sih sebenarnya dari kanker serviks ini? Bagaimana gejalanya? Bagaimana cara penularannya? Bagaimana pencegahannya? bahkan bagaimana cara deteksi dini untuk mengetahui kanker serviks ini.

Nah, pada tanggal 14 Desember 2017 yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk  hadir disalah satu event dari Indonesia Social Blogpreanur (ISB) dengan Mayapada Hospital dengan mengangkat tema yang menarik dan informatif yaitu "Mengenal Lebih Dekat Kanker Serviks Dan Bahayanya" dengan menghadirkan para narasumber yaitu dr. Yuslam E. Fidianto, Sp.OG, salah satu dokter  Mayapada Hospital, Annisa N Nugraha sebagai MomBlogger dan Ibu Elly  Mawati, seorang survivor dari kanker serviks. Acara ini  bertempat di The Hook & Resto, dikawasan Jakarta Selatan,  yang walapun pada  hari itu cuaca diguyur hujan yang gak berhenti, tak menyurutkan saya untuk hadir serta menggali informasi tentang kanker serviks tersebut.


 " Mengenali Bahaya Kanker Serviks"
(dok.@rsmayapada)


Dari kanan-kiri: dr. Yuslam E. Fidianto, Sp.OG, Ibu Elly Marwati, Mc dan Annisa N Nugraha
(dok.pribadi)


Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker Serviks atau kanker mulut rahim, adalah kanker yang menyerang pada mulut rahim, pintu masuk dari vagina menuju rahim yang merupakan organ vital pada perempuan. Menurut dr. Yuslam E.Fidianto,  Sp.OG dari Mayapada Hospital, bahwa kanker serviks ini merupakan kanker yang menyerang pada setiap perempuan dari segala usia  dan terutama perempuan yang sudah menikah, maupun perempuan yang sudah berhubungan seksual secara aktif.

Saluran organ intim pada perempuan
(dok.google)


Dan menurut data dari World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa pada tahun 2014, terjadi 92 ribu kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit kanker, dan 10,3% adalah penyebab utamanya adalah kanker serviks, dan pada tahun 2000 kanker serviks ini diderita pada usia 21-22 tahun, dan lebih mengagetkan lagi pada tahun 2012 ditemukannya bahwa penderita kanker serviks ini diderita pada usia lebih muda lagi yaitu 20 tahun kebawah.

Penyebab utama dari kanker serviks ini adalah virus yang dikenal dengan sebagai Human Papiloma Virus (HPV) yang paling potensial membawa kanker serviksa ini tipe 16 dan 18. Bagaimana pun HPV ini dapat menyebabkan kanker serviks karena ada medianya atau sarana penularannya, yaitu :
  • Karena sanitasinya yang kurang baik atau buruk
  • Menikah pada usia sangat muda
  • Perempuan yang mempunyai anak banyak (lebih dari 3 atau 5) lebih berisiko tinggi terkena kanker serviks
  • Sering berganti pasangan (dalam hubungan seksual)
  • Semakin usia muda sudah melakukan hubungan seksual secara aktif maka menderita kanker serviks lebih mudah terjangkit
Ditambahkannya penjelasan dari dr. Yuslam, bahwa penyakit kanker serviks ini bisa dicegah secara dini dengan melakukan pemeriksaan skrining rutin dan pemeriksaan lanjutan di Rumah sakit ataupun pusat kesehatan lainnya dan apabila semakin diketahui lebih awal dari tingkatan kanker serviks ini, maka tingkat penyembuhannya pun makin baik.

Gejala Dan Pencegahan Kanker Serviks

Pada tahap awal (stadium) gejala kanker serviks ini, biasanya tidak menunjukan gejala atau pun tanda yang klinis pada  penderita, berikut gejala awal secara umum, yaitu :
  • Keputihan yang berlangsung secara berulang-ulang dan tidak kunjung sembuh, walaupun sudah diobati, oleh karena itu perlunya pemeriksaan lanjutan ke dokter kandungan, apakah keputihan ini merupakan infeksi ataukah gejala keganasan dari kanker serviks
  • Adanya pendarahan yang abnormal (pendarahan setelah berhubungan seksual, pendarahan setelah masa haid, dan pendarahan setelah menopouse)
  • Merasakan nyeri  yang sangat diarea tulang panggul, dan terasa perih saat buang air kecil
  • Kondisi nafsu makan yang menurun, dan mudah letih dan lemas
Semua gejala tersebut sebenarnya kita bisa rasakan, dilihat, dan gejala-gejala awal tersebut sering dianggap biasa  saja dan bahkan malu akan memeriksakan hal tersebut, takutnya jadi bahan pikiran (strees) jika mengetahui hasilnya positif menderita kanker serviks, sehingga kondisi ini banyaknya penderita mengalami keterlambatan penanganan yang mengakibatkan pada stadium keganasan.

Maka dari itu masyarakat khususnya kaum perempuan untuk memiliki kesadaran mencegah kanker serviks, secara dini agar segera dapat ditangani dengan bantuan medis sebelum parah, dan memiliki angka harapan hidup  yang tinggi  "mencegah lebih baik daripada mengobati".

Berikut ini adalah pencegahan atau menurunkan risiko kanker serviks yang dapat dilakukan, yaitu :
  • Gaya hidup atau pola hidup yang sehat, artinya dimulai mengkonsumsi makanan yang bergizi yang cukup untuk membentuk daya imunitas yang tinggi 
  • Senantiasa menjaga hygenitas (kebersihan) tubuh dan melakukan sanitasi yang baik, karena dengan begitu menghindarkan kita dari virus yang berbahaya bagi tubuh kita
  • Jangan menikah pada usia muda, usia ideal untuk menikah yaitu 18 tahun, karena organ-organ intim pada usia tersebut sudah siap
  • Senantiasa juga menjaga kebersihan organ intim pada perempuan, untuk menjaga kadar keasaman (pH) normal 4,5 dan apabila kadar pH tersebut mengalami ketidaknormalan, akan gampang sekali untuk terjadi keputihan. Juga menurut dr. Yuslam disarankan memakai pantiliner hanya digunakan saat haid atau setelah hubungan seksual
  • Setia pada pasangan kita, karena resiko terbesar penyalurannya melalui hubungan seksual
Salah satu cara yang terbukti ampuh dalam mendiagnosis dini  pada kanker serviks ini, yaitu melakukan Pap Smear secara berkala setiap setahun sekali, yang terutama bagi perempuan jika sudah menikah ataupun pernah yang berhubungan seksual.  

"Awal dalam mendiagnosis kanker serviks  dari keluhan yang timbul dengan menggunakan asam laktat dimulut rahim, dan jika hasilnya ada perubahan warna maka akan terjadi adanya keganasan maka pentingnya dari Papsmear" ujar dr. Yuslam E. Fidianto Sp.OG. Dan salah satu pengobatan maupun pemeriksaan untuk kanker serviks ini disalah  satu Rumah Sakit terbesar dan terbaik yang dilengkapi dengan peralatan canggih yaitu Mayapada Hospital, baik di Mayapada Hospital Lebak Bulus, Mayapada Hospital Tangerang.

Seperti halnya momblogger dan penulis novel, Annisa N. Nugraha (@Chachathaib), menceritakan dengan pengalaman dikeluarganya dimana ibu mertuanya meninggal karena kanker serviks dan juga dari pasca melahirkan anaknya dia mengalami keputihan yang sangat banyak, dan takut akan gejala awal dari kanker mulai dari itu dia selalu konsen kesehatannya dengan memeriksakan atau lebih menjadwalkan pemeriksaan secara berkala, yaitu melakukan papsmear  dan lebih perduli lagi dengan kanker serviks. 

"Pemeriksaan itu bukanlah yang menakutkan yang dilakukan, itu merupakan hal yang  penting bagi kita (perempuan) karena semua itu menyangkut kesehatan organ vital, yang semuanya harus dipikirkan dengan positif, dan apabila kita percaya akan hubungan seksual baik, terlebih lagi dukungan dari suami, maka tahapan dalam pemeriksaan akan terasa santai", ujar mbak chachathaib

Dan apabila seseorang telah terdeteksi positif kanker serviks, maka pengobatannya pada penyakit ini berdasarkan tingkat stadiumnya yang bisa dicegah, yaitu tindakannya dimulai dari  operasi, kemoterapi, maupun radiasi, sampai HPV itu hilang dan tidak mengenai jaringan tubuh yang lain.

Seperti ketegaran dan semangat dari seorang survivor (penyintas) dari kanker serviks dan kanker usus ini dari Komunitas CISC, Ibu Elly Mawati, yang terus mengedukasi bahwa dengan menderita kanker  menurutnya bukanlah suatu akhir dari dunia, tidak harus membatasi  hidup gerak akan kegiatan seseorang. 

Acara pun ditutup dengan pengumaman pemenang best tweet dan foto bersama. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Foto bersama

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Mayapada Hospital, bisa kita ikuti dan lihat social medianya
Facebook  : Mayapada Hospital
Instagram  : @mayapadahospital
Twitter      : @rsmayapada

#SayaPerduliKankerServiks
#LombaBlogMayapada

3 komentar:

  1. pemerintah kudu lebih gencar lagi sosialisasi tentang kanker serviks ini... terutama di desa-desa, karena enggak semua melek internet. kalaupun nonton TV biasanya ya nonton sinetron saja...

    BalasHapus
  2. 10 tahun lalu kita harus bayar mahal banget ini buat dapat vaksin ini

    BalasHapus
  3. Semoga kita terhindar dari segala penyakit ya, nah melakukan pap smear ternyta penting juga ya cuma memang butuh keberanian dan tekad hehe.

    Semangat hidup sehat :)

    BalasHapus