Selasa, 22 Mei 2018

Cinta Keluarga Dengan Cinta Terencana

Setiap manusia pada hakikatnya tidak bisa hidup sendiri, dan setiap manusia adalah berpasang-pasangan, untuk itu manusia akan selalu mencari dan berusaha mencari pasangan hidupnya  agar merasakan kelengkapan dan kesempurnaan dalam hidupnya.

Berawal dari pertemanan, pertemuan dan menjalin komunikasi secara intens dan adanya kesamaan, dan kesesuaian karakter baik dari sifat pribadi serta kesamaan meraih  tujuan masa depan  hidup bersama-sama dengan saling  mengikatkan diri dengan ikatan pernikahan. Dan pastinya dengan menikah adalah dasar  yang kuat untuk seseorang dalam membangun keluarga yang bahagia, dan dalam hal ini perlunya merencanakan keluarga dimulai dari mengarahan cinta yang terencana agar terbangun keluarga yang terencana sehingga terwujud keluarga yang berkualitas.  

Alhamdulillah aku menemukan pasangan hidup ku (suami tercinta) dengan mengikatkan tali pernikahan pada tahun 2007 dan juga dikaruniai seorang putra yang sehat dan  tahap demi tahap kami membangun keluarga dengan cinta dan kasih. Dan kami juga ikut serta dalam program pemerintah untuk Keluaraga Berencana (KB)     
Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Dengan tumbuhnya cinta yang terencana pada keluarga, maka akan terbentuk perilaku remaja maupun individu keluarga yang berkomitmen dalam menyiapkan segala kebutuhan baik secara lahir dan batin untuk membahagiakan orang yang dicintainya, dalam hal ini dalam membentuk keluarga yang bahagia dimulai dari calon suami atau istri yang terencana.
Jatuh cinta mungkin tiba-tiba, tapi setelah itu harus menjadi cinta terencana, karena kalau terencana, segalanya jadi lebih mudah
Dalam hal ini Cinta terencana adalah salah satu tajuk utama dari kampanye  dalam menyambut Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2018, Nah pada tanggal 15 Mei 2018 yang lalu bertempat di Museum Penerangan, TMII Jakarta Timur, aku mendapatkan undangan yang special dari Komunitas Blogger Plus (Bplus Com) dan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana)  mengadakan meet up bersama komunitas blogger "Membangun Keluarga  Berkualitas Dengan Cinta Terencana".

Para Narasumber yang hadir di Meet Up Bersama Komunitas Blogger dan BKKBN yaitu Ibu Eka Sulistya Ediningsih, Ibu Roslina Verauli dan Mba Resi

Direktur Bina Ketahanan Remaja, Ibu Eka Sulistya Ediningsih, mengatakan bahwa menjalani kehidupan keluarga adalah fase terbesar dalam hidup setiap  orang, karena berkeluarga adalah menyatukan dua individu yang berbeda, dimana akan ada tugas dan peran yang melekat pada masing-masing terkait dengan posisinya sebagai suami-istri, ayah-ibu (orangtua). Dan upaya dalam menentukan kualitas keluarga di Indonesia ditentukan UUD karena tanggung jawab membentuk keluargatak hanya oleh negara saja, tapi merupakan tanggung jawab bersama.

Keluarga merupakan tempat tumbuhnya karakter asah, asih, dan asuh dan pendidikan paling awal adalah berasal dari keluarga, orangtua menjadi teladan bagi anak-anak yang dilahirkan. Didalam rumah kami sebagai orangtua, berusaha untuk menciptakan keluarga yang sehat, bahagia, sejahtera dengan menerapkan fungsi keluarga yang diharapkan oleh seluruh keluarga dan juga pemerintah.  Keluarga itu mempunyai fungsi sebagai berikut yang tertuang dalam 8 fungsi keluarga, yaitu :
  1. Fungsi Agama
  2. Fungsi Sosial Budaya
  3. Fungsi Cinta dan Kasih Sayang
  4. Fungsi Perlindungan
  5. Fungsi Reproduksi
  6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
  7. Fungsi Ekonomi
  8. Fungsi Pelestarian Lingkungan
Dengan mengkampayekan cinta terencana yang dilakukan BKKBN ini, diharapkan mewujudkan dan  menggalang optimisme dalam masyarakat dalam menyambut generasi emas 2045 dengan mengoptimalkan 8 fungsi keluarga yang disebutkan diatas, juga melalui 4 program substansi GenRe (Generasi Berencana).

Salam GenRe : Menghindari Pernikahan Dini, Seks Bebas dan Narkoba 
Dengan salam GenRe ini khususnya dalam  perencanaan kehidupan berkeluarga, untuk itu perlunya menyiapkan sejak remaja terencana dimulai dari pendidikan, karier, hingga berkeluarga dan memiliki anak secara terencana karena generasi muda yang berencana akan menghasilkan keluarga yang kokoh.

Dan kiat membangun keluarga yang sehat dan terencana adalah keluarga yang stabil, fleksibel (tidak kaku) dan terikat secara emosional dalam keluarga dan pentingnya adanya komunikasi yang positif antar sesama anggota keluarga seperti yang diutarakan narasumber kedua, Ibu Roslina Verauli, M.Psi, seorang psikolog anak

Komunikasi Positif dalam Keluarga
Peta Keluarga










3 komentar:

  1. Komunikasi dan kedekatan antara anak dan orang tua juga penting ya mba.

    BalasHapus
  2. Kehidupan pastinya akan memasuki fase menikah, lalu kita bersama menjadi team kompak dalam rumah tangga

    BalasHapus
  3. menikah itu seperti memasuki sekolah kehidupan, karena akan selalu belajar....

    BalasHapus