SOCIAL MEDIA

Rabu, 24 Januari 2018

Hari Gizi Nasional Dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045



Ibu mana yang tidak ingin mempunyai anak yang sehat, cerdas, berprestasi dalam belajarnya dan tumbuh kembangnya optimal, ngacung ayo? pastinya semua para ibu mau ya, dan tahukah bahwa semuanya itu dicapai semenjak dari periode masa kehamilan hingga usia 2 tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan), dengan memenuhi kecukupan asupan makanan yang bergizi dan seimbang bagi seorang ibu, sangatlah penting dalam pertumbuhan, perkembangan hingga kesehatan bagi anak.

Pemenuhan gizi yang optimal pada periode emas tersebut, selain memberikan kesempatan kepada anak untuk hidup lebih sehat, cerdas juga dapat meminimkan resiko terhadap penyakit jangka pendek maupun jangka panjang. Namun disayangkan pada periode emas ini masih saja terabaikan oleh orangtua baik karena kurangnya pengetahuan dan informasi maupun adanya prioritas yang harus didahului.

Bicara masalah  gizi, dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari, bertempat di Graha Utama Lantai 3 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bersama Yayasan Abhipraya Cendikia dan Organisasi Muslimat Nadhatul Ulama (NU), mengadakan diskusi publik yang informatif dengan mengangkat tema  Hari Gizi Nasional 2018 : Mewujudkan Generasi Emas 2045, Anak Indonesia Zaman Now, No Malnutrisi, No Obesitas : Sayangi Anak dengan Makanan Bergizi Seimbang dengan menghadirkan para narasumber, yaitu :
  • Prof. Dr. Dodik Irawan Briawan MCN, Ahli ilmu Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga SEAFAST IPB
  •  Dr. Damayanti Rusli Syarif, Divisi Nutrisi dan Penyakit Departemen IKA FKUI/RSCM
  • DRA. Hj. Siti Musrifah, MA, Anggota Komisi IX DPR RI
  •  Mursyidah Thahir, kader Muslimat Nadhatul Ulama
Narasumber yang hadir, foto dari sebelah kiri: Dr. Damayanti Rusli Syarif, Musyidah Thahir, Moderator, Prof. Dr. Dodik Irawan Briawan MCN dan DRA. Hj. Siti Musrifah

Visi bangsa Indonesia saat ini adalah mewujudkan generasi emas 2045 yang perlunya dijaga kualitas kesehatan bangsa Indonesia dengan melakukan sebuah upaya dan memberikan edukasi untuk bagaimana menjadi ibu dijaman now ini agar lebih cerdas, dalam arti  betapa pentingnya peran seorang ibu dalam pertumbuhan anak dengan memberikan makanan sehat  bergizi dan seimbang.  ujar sambutan pembukaan acara diskusi publik oleh Dra. Hj. Nurhayati Said Agil Siradj, Ketua Pengurus Harian Muslimat NU


Dra. Hj. Nurhayati Said Agil Siradj

Secara umum gizi pada anak di Indonesia,  saat ini mengalami masalah gizi ganda dimana  disatu sisi anak-anak yang kurang gizi yang menyebabkan stunting, dan disisi lain kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas pada anak. Oleh karena itu perlu penanganan bersama agar asupan gizi yang seimbang dapat tercapai.

Menurut Prof. Dr. Dodik Irawan Briawan MCN,  mengatakan perlunya asupan gizi yang seimbang dalam pencapaian tumbuh kembang optimal pada anak, dan pedoman dari gizi seimbang itu adalah bagaimana pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jumlah dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan, tidak kurang dan tidak lebih  dan berjalan harmonis.

Salah satu faktor yang menyebabkan anak kurang gizi seimbang adalah rendahnya asupan konsumsi buah dan sayur, disinilah para ibu dituntut untuk dapat menyajikan makanan keseharian  yang mengandung buah dan sayur dalam upaya untuk meningkatkan dan perbaiki gizi.

Adapun masalah lain pola konsumsi gizi tidak  seimbang yaitu semakin banyak anak dengan perilaku makan yang berlebih akan gula, garam dan lemak   yang menyebabkan salah satu faktor  obesitas (kegemukan), dan jika masalah gizi buruk dan berlebih  ini terus dibiarkan, anak-anak pun pada saat dewasa nanti akan rentan mengalami penyakit-penyakit katastropik seperti, jantung koroner, stroke, hepatitis, diabetes dan lain sebagainya. Berikut rekomendasi pangan yang baik untuk anak pada usia 2-5 tahun, yaitu :
  1. Biasakan makan 3 kali dalam sehari (pagi, siang dan malam bersama keluarga)
  2. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung protein seperti ikan, telur, tempe, susu dan tahu
  3. Perbanyak konsumsi sayuran dab buah-buahan
  4. Batasi mengkonsumsi makanan selingan yang manis, asin, dan berlemak
  5. Minumlah air putih secukupnya
  6. Biasakanlah bermain bersama dan melakukan aktivitas fisik setiap hari

Faktor yang bisa mempengaruhi kelebihan gizi

Rekomendasi konsumsi gula,  garam dan lemak


Stunting

Menurut Dr. Damayanti Rusli Syarif bahwa stunting adalah bentuk kekurangan gizi kronis yang secara fisik memiliki tinggi badan dibawah standar pertumbuhan anak normal. dan dapat terjadi pada saat mulai janin dalam kandungan dan baru nampak pada saat anak berusia 2 tahun.

Dan Indonesia termasuk negara peringkat ke-5 dalam kasus stunting. Dan kenapa kita harus khawatir dengan stunting ini? karena dampaknya yang begitu besar, dimana anak Indonesia akan terancam penurunan IQ, meningkatkan kematian, prestasi akademik buruk, keterlambatan sekolah, dan lebih jauhnya lagi Indonesia akan terancam akan menciptakan generasi masa depan yang unggul,  sehat dan produktif.

Perbandingan anak yang normal yang sesuai  perkembangannya tinggi dan usia dengan anak yang stunting

Dalam hal ini masalah stunting bisa dicegah yaitu dengan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil yang cukup, pemberian ASI ekslusif sampai usia 6 bulan dan setelah umur 6 bulan diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah gizi, memantau pertumbuhan balita di posyandu untuk mendeteksi dini terjadinya gangguan pertumbuhan, dan Meningkatkan akses terhadap air bersih,, fasiltas sanitasi serta menjaga lingkungan.

Seperti yang diutarakan diatas bahwa dalam menciptakan generasi emas kaitan eratnya dengan masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau 270 hari masa kehamilan + 365 hari masa 2 tahun pertama kehidupan, Seorang anak yang mendapatkan gizi yang baik pada saat didalam perut ibu dan 2 tahun pertama kehidupan maka anak tersebut mempunyai dampak jangka panjang yaitu pintar, kekebalan tubuhnya akan baik, tulang dan otot-ototnya akan tumbuh baik, metabolisme tubuhnya akan berjalan baik yang akan terhindar dari penyakit tak menular.

Dan pada sesi akhir dari diskusi ini, ibu Marsyidah Thahir, menjelaskan bahwa dalam Islam juga memberikan perhatian pada anak agar tumbuh dengan baik, sehat dan tidak lemah yaitu dengan memberikan makanan yang halal dan thayyibah (baik) dan apabila didukung juga lingkungan, pendidikan maka anak Indonesia akan tumbuh kembang fisik, intelektual, emosional, spiritual akan baik semua.




28 komentar :

  1. Pola hidup sehat memang perlu banget ya mba. Apalagi masalah asupan, ga bisa asal aja. Terutama buat Tumbuh kembang anak yang harus terus kita perhatikan

    BalasHapus
  2. Susah nya itu tuh, supaya anak mau makan sayur dan buah. Padahal udah diakalin berbagai macam cara.

    BalasHapus
  3. Ulit untuk mengajak anak suka sayuran, buah juga palingan cuma jeruk sama semangka. Azzam sulit banget makan dua macam ini :(

    BalasHapus
  4. Harus masak dari rumah nih, selain kita tau nilai gizi dan kebersihanya juga hemat kantong

    BalasHapus
  5. ada dr Damayanti ya, dokternya kayama tuh,benar kata dokter damayanti harus waspada stunting, ngasih makanan sama anak-anak harus lengkap gizinya, makasih diingatkan kembali

    BalasHapus
  6. stunting ini PR buat perempuan supaya lebih banyak belajar soal gizi dan gimana sih cara bikin anak doyan makan apa aja

    BalasHapus
  7. wah ini ilmu banget.. makasi banyak mbaa.

    BalasHapus
  8. Duhh masih banyak pola hidup yg salah.. hiksss.. makasihh infonya mba

    BalasHapus
  9. Pola makan sehat jadi basic hidup sehat ya mba

    BalasHapus
  10. Masalah stunting masih banyak terjadi di Indonesia ya mbak hiks. Kalau anak2 nih tumbuhnya ke atas, gak ke samping jd lama2 kyk kuyus gtu pdhl makannnya ya banyak #malahcurcol :D

    BalasHapus
  11. Kita sebagai orang tua memang harus memperhatikan pola sehat makan anak 😍

    BalasHapus
  12. Pola makan sehat harus dimulai sejak balita. tentu orang tua sebagai contohnya :)

    BalasHapus
  13. Jadi sayur buah harus disiasatin ya biar masuk ke tubuh anak2..
    Mau nyoba ngenalin semua jenis sayur buah tapi kadang kurang konsisten ��

    BalasHapus
  14. Harus diperhatikan ya sejak masa kehamilan nutrisi dan gizi yang di konsumsi.

    BalasHapus
  15. masih keinget cara Dr.Damayanti bahas soal pola makan anak dan cara bikin anak doyan makan. jadi bahan introspeksi diri banget, kayaknya aku msh banyak salah. hehe.. keren lah acaranya, narsumnya kompeten bgt!

    BalasHapus
  16. Setuju. Kita harus rajin update info Dan Peduli pada asupan gizi anak. Baik anak sendiri maupun anak2 di lingkungan sekirar Kita.

    BalasHapus
  17. Perbanyak makan buah dan sayuran nih memang keliatan mudah dilakukan tapi anak susah doyan ee mba. Tapi dengan adanya Hari Gizi ini semoga makin banyak yang melek gizi ya

    BalasHapus
  18. Makan buah dan sayur penting, tapi musti seimbang dg zat lainnya

    BalasHapus
  19. Dukung banget kampanye ini supaya generasi bangsa nggak ada yang malnutrisi. Semua anak Indoneaia harus sehat dan hebat

    BalasHapus
  20. Saya ikut mendukung kampanye ini, semoga Indonesia bisa terbebas dari masalah STUNTING

    BalasHapus
  21. Sekarang semakin banyak tau tentang penyebab stunting dan keabnormalan lainya pada anak2 ya, semoga kita akan terus menjadi ibu yg cerdas dlm hal pemberian gizi pada anak2 kita ya.

    BalasHapus
  22. Kasus Stunting ini emang lagi gencar-gencarnya diperbincangkan karena efeknya jangka panjang yang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

    Harus banyak sosialisasi mengenai pemenuhan gizi seimbang di berbagi daerahya mba, terutama yg angka stuntingnya tinggi seperti di suku asmat papua.

    BalasHapus
  23. Abhi termasuk yang susah makan. Sampe pusing ngadepinnya

    BalasHapus
  24. Aktivitas fisik yang suka anak susah, palingan main sepakbola yg getol.

    BalasHapus
  25. Peran posyandu sangat penting karena hidup anak bangsa dan pengetahuan bunda berada dari sekitar. Maklum mak orang sekitar malas belajar kecuali ngobrol sama emak emak

    BalasHapus
  26. Pemberian gizi seimbang pada periode emas, membuat anak tumbuh sesuai umurnya. Sayang para ortu masih pada cuek saat hamil ya, apalagi hamil muda, suka mual dan malas makan.

    BalasHapus
  27. Duh obesitas itu ngeri ya, bukan hal yang bikin gemes lagi tapi keprihatinan

    BalasHapus
  28. Semoga makin banyak ibu2 yang melek gizi biar Indonesia bebas stunting.

    BalasHapus