SOCIAL MEDIA

Minggu, 07 Juni 2026

Ritual Rambut Sewu - Penumpang Terakhir Malam ini



Nama gue Tanto. Driver ojol. Tiga tahun di jalan. Gue udah antar ribuan penumpang. Mulai Yang mabuk, yang nangis, yang tidur, yang nelepon sambil teriak-teriak di telinga gue. Tapi ada yang beda dari penumpang lain yang pernah gue anter selama ini dan yang yang satu ini beda.

Order Masuk Jam 02.14


Gue lagi parkir di depan Indomaret nunggu order sambil makan roti. Terlihat sepi di sudut jalan. Ini jam yang biasanya gue udah mau pulang. Tapi tiba-tiba ada sebuah notifikasi masuk, terlihat di layar aplikasi jarak penjemputan 300 meter. Wah lumayan deket nih (pikir gue), jadi gue terima aja, perjalanan terakhir sebelum pulang

Tapi waktu gue nyampe di titik jemput, tepat didepan gang kecil di belakang pasar yang sudah tutup  dan tidak ada siapa-siapa, jalan sempit seperti yang tidak pernah di kunjungi orang terlebih pada malam hari. 

Gue tunggu tiga menit,  dan mematikan mesin kendaraannya dan menunggu, sudah lebih dari tiga menit berlalu tapi penumpang tidak terlihat juga,  rasanya mau gue cancel, tiba-tiba ada yang buka pintu belakang. Gue tidak dengar langkah kaki mendekat. Tidak dengar suara apapun sebelumnya. Tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang duduk perempuan, dengan baju putih. Gue tidak bisa lihat wajahnya dari kaca spion karena rambutnya benar-benar menutup semua. 

Dan entah kenapa gue merasa ada yang aneh, namun gue menepis pikiran itu, bagaimanapun  pekerjaan adalah pekerjaan dari penumpang terakhir malam ini.

"Mbak tujuannya sudah diinput ya," kata gue
Namun tidak ada jawaban apa-apa, hanya diam. Ia hanya menunjuk ke depan, seolah-olah untuk segera jalan. Gue lihat aplikasi tujuannya sebuah alamat di pinggir kota. Dua puluh menit kalau lancar, dan gue pun menghidupkan kendaraan dan jalan ke alamat yang dituju.

Dua Puluh Menit





Jalanan yang semakin sepi, dan suasana yang sunyi, di awal perjalanan lima menit pertama, gue coba basa-basi. Tapi perempuan itu tidak merespons, tidak ada jawaban yang terdengar, disini  gue berhenti untuk mencoba bertanya lagi. 

Tapi di menit ketujuh, gue mulai cium sesuatu yang gak biasanya, bau kemenyan yang pekat dan tajam menusuk hidung yang baunya seperti dari kursi belakang. Karena terasa kurang nyaman dengan bau kemenyan,  gue pun buka sedikit kaca jendela dengan alasan pura-pura panas. 

Di menit dua belas, gue lihat kaca spion lagi, terlihat perempuan itu tidak duduk bersandar. Dia duduk tegak. Sangat tegak. Dengan posisi yang tidak natural, terlalu lurus, seperti orang yang tidak punya tulang punggung tapi dipaksa berdiri oleh sesuatu dari luar. 

Dan rambut perempuan itu pun tidak bergerak, padahal jendela terbuka. Padahal gue lagi melaju tiga puluh kilometer per jam. Rambut itu diam sempurna meski angin malam masuk. Gue pun tetap fokus meski ada yang aneh pada perempuan yang duduk dibelakang

Tiba di Tujuan





Aplikasi menunjukan sudah sampai tujuan. Gue berhenti di depan alamat yang diinput, di sebuah rumah tua, yang tidak ada lampu, juga terlihat pagarnya yang berkarat. 

M-Mbak, kita sudah sampai? Mbak... namun perempuan itu hanya diam, gue coba melihat dari kaca spion, tapi yang terlihat hanya kursi belakang yang kosong, gue pun berbalik menoleh langsung dengan rasa penasaran, "bener-benar kosong." Padahal pintu tidak terbuka, Gue tidak dengar pintu dibuka. Tidak ada suara apapun, Penumpang perempuan itu tib-tiba lenyap, dan saat itu langsung jantung gue berdegup kencang tidak karuan. Gue hanya terpaku tak percaya apa yang diliatnya barusan,  gue pun lihat sekeliling. Tidak ada siapa-siapa di jalan itu.

Di situasi ini, tanpa pikir panjang gue memutuskan langsung gas balik, tapi.. gue lihat ada sesuatu yang aneh di kursi belakang. Ada rambut panjang berserakan di jok ada puluhan helai rambut yang hitam, Tersusun rapi seperti sengaja ditinggalkan. Dan di antaranya tumpukan rambut itu ada  selembar kertas kecil, lalu Gue ambil dengan tangan yang gemetar. Dan di kertas itu terdapat tulisan tangan yang didalamnya hanya ada satu kalimat "Terima kasih sudah mengantarkan rambutnya sampai ke sini."

Gue lempar kertas itu. Dengan rasa takut dan panik, Gue langsung gas pulang. Dan sampai rumah, gue pun langsung mandi dan terjaga  tidak tidur sampai subuh. Pada Pagi harinya gue pun langsung untuk cek aplikasi, mau laporkan kejadian  yang terjadi. Dan gue lihat detail order semalam.

Nama penumpang : Tanto
Nomor HP penumpang : Nomor HP gue sendiri.
Metode pembayaran : Saldo dari akun gue.
Dan rating yang diberikan penumpang setelah order selesai : Bintang Lima 
Dengan komentar : Penumpang yang baik. Tidak banyak tanya. Tidak sadar rambutnya sudah berkurang banyak sejak awal perjalanan.

Gue langsung pegang kepala gue, dan gue baru sadar kenapa dari tadi pagi helm gue terasa lebih longgar dari biasanya.