SOCIAL MEDIA

Senin, 14 Februari 2022

Mengedukasi Sadar Gizi dan Tingkatkan Literasi Gizi Lewat Dongeng

Pada suatu pagi yang cerah, si manis berencana jalan-jalan menikmati suasana pagi ke lingkungan sekitar dia tinggal, dan tiba di depan sebuah halaman belakang rumah satu keluarga, si manis melihat seorang ibu sedang menuang kental manis pada sebuah gelas. Di meja telah tersaji roti, sebuah gelas dan ketel, lalu Sang ibu sudah siap untuk menuangkan air kedalam gelas tersebut, Tanpa pikir panjang si manis langsung berlari menghampiri ibu tersebut, dan berkata, "Stop bunda, jangan tuangkan air kedalam gelas yang berisi kental manis itu" lalu ibu pun berkata " loh kenapa?saya kan ingin membuat susu untuk anak saya minum", lalu si manis menjelaskan kepada ibu bahwa aku adalah kental manis, meskipun aku masuk dalam kategori susu, tapi aku bukan untuk di minum, aku digunakan untuk dioleskan pada roti, kopi ayah sebagai pengganti gula atau dicampur kedalam es teler" dan lalu ibu pun mengangguk-angguk dan berterima kasih untuk penjelasannya dari si manis

Itulah sebagian dari isi buku cerita dongeng yang berjudul "si manis", yang di buat oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) sebagai bentuk peduli Yaici kepada penerus bangsa dengan mengedukasi dan mensosialisasikan bahwa kental manis itu bukan susu yang dituang dalam media cerita dongeng. Dan karena  itulah Yaici sangat perhatian terhadap  masalah gizi ini kesemua elemen masyarakat untuk memutus mata rantai gizi buruk dan stunting.

Memang ya kalau membahas masalah gizi  sangatlah penting untuk di ketahui karena salah satunya untuk menunjang kesehatan seseorang dan untuk itu pula dalam meraih pemenuhan gizi yang baik dan seimbang, maka dibutuhkan literasi gizi yang baik pula, agar kita dapat sadar gizi dan paham betul  terhadap nilai gizi dari minuman atau makanan yang di konsumsi.

Oleh karena itulah dalam membahas  literasi gizi dan melalui Kopdar Yaici x Kampung Dongeng Indonesia mengadakan talkshow diskusi dengan tema "Kami Sadar Gizi, Siap Bersaing di Era Globalisasi". Acara kegiatan ini diselenggarakan secara offline juga melalui virtual via zoom meeting pada tanggal 8 Februari 2022 yang lalu, di Situ Gintung Ciputat. Dan saya, teman blogger dan sahabat Pendongeng lainnya  bersyukur bisa menghadiri kegiatan acara ini secara offline tentunya dengan prokes yang ketat, untuk dapat belajar lagi dan dapat ilmu yang di dapat dari kegiatan acara ini. 


Kiri-kanan: Bapak Maman Suherman, dr. Meita Rakhamawati, Bapak Arif Hidayat, Kak Awam Prakoso dan Kak Gustara 

Tentunya di kegiatan acara ini hadir pula dengan para pembicara yang inspiratif, seperti Bapak Arif Hidayat, Ketua Umum Yaici, Bapak Maman Suherman, Pegiat Literasi, dr. Meita Rakhamawati dan Kak Awam Prakoso, Ketua Kampung Dongeng Indonesia.


Mengedukasi Sadar Gizi dan Tingkatkan Literasi Gizi Lewat Dongeng 


Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini belum semua masyarakat memiliki kesadaran literasi,  di mana jarang sekali dilakukan ketika seseorang membeli suatu produk makanan atau minuman terlebih dahulu membaca label dalam kemasannya,  membaca informasi kandungan gizi apa saja yang terkandung ataupun informasi umum lainnya yang tertera pada kemasan produk tersebut, padahal dengan dengan literasi yang tinggi membuka banyak informasi, dan penting banget dalam kesadaran literasi itu melihat berdasarkan apakah informasinya benar, apakah informasinya baik juga apakah informasi tersebut bermanfaat di lihat dari nara sumbernya, hal tersebut maka semakin tingkat literasi gizi tinggi membuat kita jadi lebih sadar gizi, seperti yang disampaikan oleh Bapak Maman Suherman. 


Dan sadar gizi ini harus di pupuk sedini mungkin, terutama untuk para generasi milenial/remaja yang kelak melahirkan calon generasi masa depan yang sehat dengan didukung cukup kebutuhan gizi, yang seimbang dan karena jika tidak akan berdampak pada ke kesehatan mereka jangka panjang, apa yang kita tuai di hari tua, itulah adalah apa yang lakukan saat masih muda, seperti itulah mengapa gizi sangat penting, hal ini seperti yang disampaikan dr.Meita Rakhamawati.

Dan dari  melalui gerakan Yaici inilah dengan berbagai program kegiatannya untuk mengedukasi sadar gizi sangat penting dilakukan, terutama mengenai susu kental manis ini yang harus di sosialisasikan bahwa  susu kental manis bukan lah susu. Dan melalui pendekatan dongeng inilah menjadi salah satu model edukasi yang efektif  untuk meningkatkan literasi masyarakat khususnya literasi kesehatan dan literasi gizi, ujar Bapak Arif Hidayat



Dan Komunitas Dongeng Indonesia inilah siap menjadi wadah untuk mengedukasi para masyarakat, terutama para generasi milenial untuk dapat menyebarkan informasi dari cerita dongeng yang disampaikan meningkatkan literasi gizi semakin sadar gizi. 



 






Tidak ada komentar :

Posting Komentar