SOCIAL MEDIA

Jumat, 07 September 2018

Raising Children In Digital Era : Blogger Gathering SIS Bona Vista

Sebagai orangtua pastinya ingin sekali melihat anak dapat tumbuh cerdas, sehat, pintar bersosialisasi dan pintar akan teknologi. Untuk di jama now ini tidak dipungkiri bahwa sebagian orang tua banyak memberikan gadget (media internet atau games) kepada anaknya sebagai kebutuhan dasar yang mempengaruhi gaya hidup dengan mempertimbangan agar anak dapat up to date, tapi tanpa disadari lambat laun efek yang ditimbulkan gadget ini sangat berpengaruh sekali kepada anak jika sampai ketergantungan dan yang pasti juga akan mempengaruhi masa tumbuh kembang anak.

Jadi teringat dengan permasalahan yang dialami adik ipar saya, yang memiliki anak laki-laki usia 4 tahun, bahwa dia sudah mengenalkan  gadget  pada anaknya sejak usia 1 tahun lebih, awal pengenalan gadget terbiasa lihat kakaknya bermain game  lewat handphone sebagai penonton saja dan makin lama kebiasaan dia pun tertarik untuk ikut memainkannya aplikasi game yang ada di handphone tersebut. Karena melihat anaknya tenang saja jika sang adik memegang handphone, dan tidak disadari gadget tersebut kebutuhan keseharian yang tak terpisahkan yang diberikan selama berjam-jam, bahkan sampai tidur pun harus ada gadget yang mendampinginya.  Jika sehari saja tanpa adanya gadget pasti dia menangis, marah dan rewel, mau gak mau sang ibu rela memberikan gadget kepada anaknya.


Jika saya mengunjungi rumahnya, pasti sang anak fokusnya ke gadget tersebut, tidak memperdulikan orang yang datang atau berbicara kepadanya, aduh sedih dalam hati ini melihatnya, sang ibupun bercerita sudah pasrah melihatnya anaknya ketergantungan terhadap gadget.

Pada hari Jumat, 31 Agustus 2018, beruntungnya saya menghadiri acara Mom Blogger Gathering SIS Bona Vista bersama Blogger Perempuan Network dengan membahas bagaimana pola asuh anak menuju  di Era Digital ini dengan cerdas  dengan narasumber utama dari penulis buku Raising Children in Digital Era, Ibu Elizabeth T Santoso M. Psi yang disapa akrab dengan ibu Lizzie.  


Acara ini diadakan bertempat Singapore Intercultural School (SIS Bona Vista) yang beralamat di jalan Bona Vista Raya, Lebak Bulus, Cilandak Jakarta Selatan. Dan alhamdulillah perjalanan ke SIS Bona Vista sangat lancar dan ini merupakan pengalaman pertama saya mengunjungi Singapore Intercultural School dan ada rasa kagum menginjak SIS Bona Vista ini, sekolah yang tertata rapi, bersih, dan luas, jadi kepengen anak saya sekolah disini, pasti ada kebanggaan tersendiri..hehehe...

Bagian depan gedung SIS Bona Vista

Pintu Masuk SIS Bona Vista




Acara Blogger Gathering ini dimulai sekitar pukul 9 pagi melalui sapaan  MC cantik mba Desy Yusnita dari Blogger Perempuan Network, dan sebelum paparan dari ibu Lizzie dimulai, kata sambutan dari pihak kepala sekolah SIS Bona Vista yaitu Mr. John P Birch dan moment itu juga ibu lizzie memberikan karya bukunya kepada Mr. John.

Ibu Elizabeth T Santoso dan Mr. John P Birch

Sebagai praktisi psikolog anak dan remaja juga sebagai ibu dari 3 putri, ibu Elizabeth T Santoso M. Psi kritis dengan perilaku anak diera digital ini, seperti yang tercakup dalam bukunya Raising Children in Digital Era, mengungkapkan seiring hadirnya kecanggihan teknologi seperti gadget sebagai media sosial, internet, online maupun games dan yang sekarang ini sudah  menjadi dasar kebutuhan dalam gaya hidup, terutama pemberian gadget pada anak yang belum cukup usia dan terlalu dini pemberian gadget, sehingga sangat berpengaruh pada pola asuh pada anak, sehingga gadget seakan-akan menggantikan kehadiran orangtua sebagai pendidik dirumah

 Foto duduk mba Desy Yusnita dan ibu Elizabeth T Santoso M. Psi

Memang tidak secara merta kita tidak bisa untuk menyalahkan gadget bagaimana memberikan  dampak buruk kepada anak, tetapi dilihat disisi lain bahwa gadget juga  memberikan pengaruh positif apabila penggunaannya secara tepat, terkontrol dan bijaksana.

Kehadiran Gadget ini diakui sebagai sarana media memang sangat membantu dan memudahkan pekerjaan sehari-hari dan banyak manfaat yang bisa dilakukan gadget misalnya saja, membayar tagihan keuangan, menonton film, browsing, belanja dan yang lainnya, dan didalam gadget ada beberapa aplikasi yang bisa dijadikan metode pembelajaran akademik untuk anak.

Menurut ibu Lizzie, anak diera digital ini memiliki Karakteristik yaitu
  1. Memiliki ambisi yang besar untuk sukses
  2. Generasi baru mencintai kepraktisan
  3. Berperilaku instan
  4. Cinta kebebasan
  5. Percaya diri 
  6. Keinginan  besar  untuk mendapatkan pengakuan 
  7. Digital dan teknologi informasi 
Memang bahwa sebagian besar diera digital ini,  kita bisa melihat anak lebih banyak menghabiskan waktunya rata-rata 7 jam didepan gadget dan biasanya penggunaannya pun secara terang-terangan daripada orang dewasa, berlangsung secara terus menurus sehingga menimbulkan ketergantungan (kecanduan)  akan interaksi gadget, dan efek bahaya  dari ketergantungan gadget inilah sama besar seperti  halnya narkoba  yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang fisiknya dan lebih jauh lagi mempengaruhi mental kejiwaan anak tersebut.

Berikut beberapa Karakteristik jika anak maupun remaja jika sudah kecanduan gadget yaitu :
  1. Perilaku yang tak terkontrol 
  2. Menelantarkan, tidak menghiraukan teman atau keluarga
  3. Perilaku kurang tidur 
  4. Menunjukan rasa bersalah, cemas, rasa depresi sebagai  akibat dari perilaku adiksi 
Oleh karena itu sebagai orangtua dalam era digital ini haruslah lebih cerdas dan bijak khususnya dalam pemberian gadget pada anak. Seperti yang diungkapkan oleh ibu lizzie, gadget itu diperlukan untuk jaman now asalkan ditemani orangtua dan ada batasan waktunya, dan gadget itu merupakan media untuk perubahan. 

Peranan sebagai orangtua, dapat mengalihkan anak perhatiaannya  terhadap gadget, misalnya dengan memberikan permainan yang edukatif, tidak yang membosankan yang dapat membentuk kreatifitas anak (anak lebih butuh mainan ketimbang gadget). Dan usahakan dalam memberikan keinganan anak haruslah disertai usaha dari anak terlebih dahulu.

Ada beberapa tips untuk menghindari gadget, yaitu :
  1. Matikan notifikasi dalam gadget
  2. Batasi diri terhadap penggunaan gadget
  3. Matikan gadget pada saat tidur
  4. Gunakan password yang panjang dan sulit
  5. Jadilah pengguna gadget yang bijaksana dan seimbang
Adapun juga tips penggunaan internet maupun Sosmed pada anak, yaitu :
  1. Penggunaan sosial media tidak diperuntukan untuk dibawah usia 13 tahun 
  2. Aplikasikan aturan dasar
  3. Setting privasi dalam social media
  4. Gunakan perangkat lunak yang dapat menyaring website (filtering softwere) 
  5. Tidak menggunakan laptop atau komputer dikamar anak dibawah usia 14 tahun
  6. Orangtua harus jeli untuk memperhatikan situs-situs yang sering dikunjungi atau orang-orang yang berkomunikasi dengannya
  7. Orangtua wajib mencontohkan perilaku teladan dalam penggunaan social media
  8. Bicarakan dengan anak mengenai bahaya online
  9. Batasi penggunaan telepon genggam
Setelah paparan talkshow parenting dari ibu lizzie selesai lalu diteruskan sesi  keliling sekolah untuk para peserta Blooger Gathering  SIS Bona Vista oleh mba Monika Arviany, selaku Pro & Marketing Admission yang bertugas sebagai departemen penerimaan murid dan proses-proses menunjang untuk penerimaan murid di SIS Bona Vista.

Mba Monika Arviany 


Singapore Intercultural School Bona Vista (SIS Bona Vista) 


SIS (Singapore Intercultural School) adalah jaringan sekolah yang didirikan pada tahun 1996, yang terinspirasi oleh potensi Indonesia dan metodologi Singapura yang terus berkembang. Dimana jaringan SIS ini memberikan kurikulum Singapura, Cambridge, IB dalam lingkungan kekeluargaan dan yang memprioritaskan pembelajaran yang disesuaikan oleh masing-masing  individu. SIS ini mengedepankan ke sumber belajar, mengembangkan ide kreatif dan memungkinkan guru dengan murid dapat berkerja sama diseluruh bidang.



Singapore Intercultural School (SIS) ini terdiri dari 7 sekolah (SIS Group Of School), yang berada di Jakarta terdiri dari 3 sekolah yaitu di Bona Vista, Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk dan untuk diluar daerah berada di Cilegon, Medan, Palembang dan Semarang. Dan untuk pusat (central) SIS ini di Bona Vista Lebak Bulus. Pada saat ini kepala sekolah (head teacher) SIS Bona Vista dipimpin oleh Mr. John P Birch  yang berasal dari Inggris.


Seperti yang dijelaskan diatas tentang tema yang dibahas ibu Lizzie, hubungan anak diera digital ini pun sesuai dengan Visi dan Misi dari SIS ini yaitu "inspiring Learner Toward Greater Heights" (Visi) dimana SIS ini untuk menginspirasi anak tidak cukup puas di zona aman nyaman anak tersebut tetapi untuk menuju lebih tinggi lagi masa depan mereka.
Misi "To Spark Curiosity and Inquiry While Developing Values and 21st Century Skills, We Prioritise Learners and Personalise Learning To Make a Better World".

Kelebihan SIS ini terdapat play class (usia 18 bulan), Primary, Secondary, dan sampai ke jenjang Junior Colloge (grade 11-12) yang akan mendapatkan kelulusan Diploma dan kelebihan lainnya pembelajaran di satuan pendidikan adanya 3 kurikulum SIS Bona Vista ini. Dan kelebihan program SIS ini dapat mempelajari bahasa daerah antara lain Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia.

Mengapa SIS Bona Vista ini juga dinamakan Singapore International School karena di SIS ini berasal dari  80% guru ekspatriat, 70% murid ekspatriat dan 30%  berasal dari murid Indonesia.

Saya pun ikut berkeliling berserta teman yang lain keseluruh ruang sekolah dan kagum akan fasilitas yang lengkap dimulai dari laboratorium, kelas, area kelas olahraga, area kelas seni atau bahasa menunjang dalam kegiatan belajar di SIS Bona Vista ini.. Oh ya didalam kegiatan belajar tingkat SD, SMP dan SMA di SIS Bona Vista ini dalam satu kelas maksimal 24 orang saja.

Laboratorium Biologi
Ruang kelas untuk Sekolah Dasar

Perpustakaan 

Area Olahraga 

Penasaran dengan SIS Bona Vista ini, datang saja pada Sabtu, 15 September 2018 akan  ada acara open house tentang informasi SIS Bona Vista yang beralamat di jalan Bona Vista Raya Lebak Bulus Jakarta 12440, Telepon +62 21 759 14414 dan Email : sisbonavista@sisschool.org













1 komentar :

  1. Rasing choldren in digital era sangat membantu anak menjadi pintar dengan gadget akan tetapi perlu pengawasan orangtua

    BalasHapus